Kabar Kalteng

Gubernur Agustiar Sabran Lantik DAD dan BATAMAD Se-Kalteng, Tekankan Peran Adat Jaga Harmoni Daerah

yd
Gubernur Agustiar Sabran Lantik DAD dan BATAMAD Se-Kalteng, Tekankan Peran Adat Jaga Harmoni Daerah

Hai Kalteng - Gubernur Kalimantan Tengah yang juga Ketua Umum DAD Provinsi Kalteng H Agustiar Sabran melantik ketua dan pengurus menegaskan Dewan Adat Dayak (DAD) dan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) Kota Palangka Raya dan 7 Kabupaten lainnya di gedung AJT Palangka Raya, Jumat (22/5).

Hadir dalam kegiatan tersebut Presiden MADN Martin Billa, Kapolda Kalteng Irjen Iwan Kurniawan, Plr Sekda Prov Kalteng Inae, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi, Ketua Harian DAD Provinsi Kalteng Prof DR Andrie Elia Embang dan pengurus lainnya. Ketua Batamad Provinsi Kalteng Lohing Simon, unsur Ketua Ormas se-Kalteng. Tampak hadir pula sejumlah bupati dan wakil bupati, di antaranya, Bupati Mura Heriyus, Bupati Barsel Eddy Raya, Buypati Kotim Halikinoor, Bupati Gunung Mas Jaya S Monong, Bupati Katingan Saiful, Bupati Kapuas Wiyatno, Bupati Bartim M Yamin, Bupati Lamandau Risky Aditia Putra, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, Wakil Wali Kota A Zaini   Wakin Bupati Pulang Pisau Jayadikarta

(Baca Juga : Pemprov Kalteng Gelar Pasar Murah di Bundaran Besar)

Gubernur Agustiar Sabran Lantik DAD dan BATAMAD Se-Kalteng, Tekankan Peran Adat Jaga Harmoni Daerah

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam sambutannya menegaskan, pelantikan pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) dan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) se-Kalimantan Tengah bukan sekadar agenda organisasi rutin, melainkan momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah dalam menghadapi dinamika sosial, budaya, dan ekonomi di daerah. Hal itu disampaikan Agustiar Sabran saat menghadiri pelantikan kepengurusan DAD dan BATAMAD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Jumat (22/5).

Menurutnya, Kalimantan Tengah merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam sekaligus memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama yang harus terus dijaga bersama. Di tengah arus modernisasi dan masuknya investasi ke daerah, tantangan sosial yang dihadapi masyarakat semakin kompleks.

“Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga harmoni agar pilar-pilar kebangsaan tetap kokoh berdiri,” ujar Agustiar.

Gubernur Agustiar Sabran Lantik DAD dan BATAMAD Se-Kalteng, Tekankan Peran Adat Jaga Harmoni Daerah

Dalam arahannya, gubernur menekankan tiga fokus utama yang harus menjadi ruh pergerakan DAD ke depan. Pertama, DAD diminta fokus pada penanganan dan pencegahan konflik di masyarakat.

“DAD harus menjadi lembaga yang proaktif, bukan reaktif. Sebelum api konflik membesar, pengurus DAD, BATAMAD, dan para damang harus mampu mendeteksi riak-riak kecil yang berpotensi menimbulkan sengketa,” tegasnya.

Ia juga meminta setiap persoalan yang muncul diselesaikan melalui dialog dan musyawarah dengan menjadikan kelembagaan adat sebagai jembatan yang netral, adil, dan terpercaya.

Fokus kedua adalah penguatan kearifan lokal sebagai instrumen hukum, moral, dan pendidikan. Menurut Agustiar, falsafah Huma Betang yang menjunjung kebersamaan, toleransi, dan gotong royong harus terus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.

“DAD harus mampu memastikan kemajuan ekonomi dan investasi berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak-hak adat dan kelestarian budaya lokal,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pelestarian bahasa Dayak melalui penerapan muatan lokal sehari berbahasa Dayak di sekolah-sekolah.

“Ini langkah konkret agar bahasa Dayak tetap hidup, lestari, dan tidak punah ditelan zaman,” ucapnya.

Sementara fokus ketiga, DAD dan BATAMAD diminta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan aparat keamanan melalui penguatan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi bersama Forkopimda maupun para pemangku kepentingan lainnya.

“Terus jaga harkat dan martabat masyarakat adat Dayak, melestarikan adat istiadat, serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Tengah,” imbuhnya.

Agustiar berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat terus solid, berintegritas, dan bersinergi dengan pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin berkah, maju, dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua DAD Kota Palangka Raya yang baru dilantik, Ir Leonard S. Ampung ST, mengatakan pihaknya berkomitmen memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga budaya dan meningkatkan edukasi masyarakat adat Dayak.

“Kita berharap Dewan Adat Dayak bisa terus berkiprah menjaga adat istiadat dan budaya, sekaligus meningkatkan vokasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat adat Dayak bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan berpartisipasi dalam pembangunan,” ujarnya.

Leonard menambahkan, DAD Kota Palangka Raya juga akan fokus pada penguatan pendidikan dan ketahanan keluarga melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BKKBN.

“Kita akan memperkuat edukasi dan pendidikan karena itu investasi masa depan. Masyarakat adat Dayak harus lebih fokus dan memprioritaskan pendidikan dalam keluarganya,” katanya.

Ia menyebutkan program kerja kepengurusan yang baru akan segera disusun dengan mengacu pada arahan gubernur serta disinergikan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kota Palangka Raya.

“Program kerja tentu akan kita susun dan kita harus sinergi, saling mendukung dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kota,” tandasnya